Yayasan Pasundan
2008-05-12
Sungguh memprihatinkan, sekarang ini banyak keluarga orang Sunda yang tidak lagi merasa bangga, bahkan malu menggunakan bahasa Sunda dalam lingkungan keluarga sehari-hari. Banyak orang tua, yang merasa bangga bila mengajak bicara anak-anaknya yang masih balita dalam bahasa Indonesia. Pantaslah jika anak-anak atau generasi muda sekarang jarang yang mengenal bahasa Sunda sebagai bahasa Ibu mereka. Selengkapnya
KH Usep Romli HM: “Bahasa Sunda Akan Tetap Eksis”
2008-05-12
Pada tahun 70-an, KH Usep Romli HM pernah membuat tulisan yang ptovokatif. Sastra Sunda Sekarat Awal, demikian tulisnya. Tetapi tiga dasawarsa kemudian, ia melihat bahwa ramalannya keliru. Bahasa Sunda ternyata masih eksis, bahkan terus berkembang. Kini ia balik menegaskan, Bahasa Sunda akan tetap eksis sampai kapanpun. Selengkapnya
Bahasa dan Peradaban
2008-05-12
Bahasa Sunda, sebagai bahasa Ibu, tentu mempunyai kekayaan kosa kata yang lebih banyak dari bahasa Indonesia. Ada kata atau bahkan kalimat yang sering sulit dicari padanan katanya. Artinya, kekayaan estetis bahasa Sunda banyak yang tak bisa ditemui dalam bahasa nasional, bahkan tidak juga dalam bahasa yang mengglobal seperti Inggris, Arab, dan Cina. Maka, jika kemudian bahasa Sunda mati, kekayaan estetisnya pun akan lenyap pula. Selengkapnya
Tradisi Nyangku Di Panjalu: Mengenang Perjuangan Sang Prabu
2008-05-23
Senin pagi di awal Mei lalu, ribuan masyarakat Panjalu tampak sudah berkumpul di sekitar Alun-alun Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ketika hari mulai beranjak siang, jumlah pengunjung pun semakin membludak. Mereka sudah menunggu-nunggu detik-detik berlangsungnya upacara Nyangku, yaitu pencucian barang-barang pusaka warisan leluhur Kerajaan Panjalu. Saat itulah biasanya mereka bisa menyaksikan secara langsung barang-barang pusaka milik Prabu Borosngora yang selama ini tersimpan dalam keadaan terbungkus di Bumi Alit. Selengkapnya
Rh. Atong Tjakradinata: “Kita Hanya Ingin Mengingat Sejarah”
2008-05-23
Sebagian kalangan menilai tradisi Nyangku sebagai perilaku musyrik yang tidak boleh dilakukan, karena itu bertentangan dengan ajaran Islam. Anggapan ini ditepis oleh RH. Atong Tjakradinata, sesepuh keturunan Kerajaan Panjalu. Menurutnya, upacara Nyangku ini hanyalah dimaksudkan untuk mengingat sejarah, sekaligus menyampaikan sembah sujud kepada Yang Maha Agung. Juga Mahabbah kepada Rasulullah, dengan mempelajari dan mengingat perjuangan para leluhur dalam menyebarkan agama Islam di bumi nusantara ini. Berikut pandangan RH Atong Tjakradinata, saat ditemui Desantara yang terdiri atas Saeful Badar, Eriyandi Budiman, dan Bode Riswandi:
Selengkapnya
Pro-Kontra Pengelolaan Situ Lengkong Panjalu
2008-05-23
Tradisi Nyangku di Panjalu kini berkembang menjadi sajian budaya yang mengukuhkan Situ Lengkong dengan makam keramat di Nusa Gede yang berada di tengah-tengahnya, sebagai objek wisata ziarah dan budaya di Jawa Barat. Kenyataan ini membuat Situ Lengkong Panjalu menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi orang. Tidak saja dari Jawa Barat, tetapi juga dari daerah lain. Kehadiran Gus Dur saat menjadi Presiden RI di Panjalu, memiliki pengaruh tersendiri bagi kedua situs budaya ini. Karena sejak saat itu para peziarah dari Jawa Timur silih berganti mengunjungi daerah ini.
Selengkapnya
Nyangku & Esensi Maulid Nabi
2008-05-23
Ketika Muhammmad lahir, para malaikat memaklumkannya dengan nada tinggi dan rendah. Jibril datang membawa kabar baik, dan tahta pun bergetar. Para bidadari keluar dari istana-istana mereka, dan bertebaranlah wewangian. Ridlwan (malaikat penjaga gerbang surga) mendapat perintah, ”Hiasilah surga tertinggi, singkapkanlah tirai dari tempatnya, kerahkanlah sekawanan burung Aden ke rumah Aminah supaya mereka menaburkan mutiara dari paruh-paruh mereka”. Dan ketika Muhammad lahir, Aminah melihat sebuah cahaya, yang menerangi istana-istana Bostra. Para malaikat mengerumuninya dan membentangkan sayap-sayap mereka. Barisan malaikat, yang memanjatkan puji-pujian, turun dan memenuhi bukit-bukit serta lembah-lembah.
SelengkapnyaRaperda Busana Muslim dan Pandai Baca Al-Quran
2008-04-23
Sekarang ini lagi ramai-ramainya pemerintah daerah membuat sejumlah aturan sendiri. Mengikuti semangat era otonomi daerah, katanya. Yang menggelisahkan dan bikin tidak enak tidur bukan cuma soal aturan tentang retribusi atau pungutan. Melainkan juga soal-soal adat dan yang bersifat keagamaan atau syariat Islam. Selengkapnya
Negara Bakal Mengatur Soal Kerukunan Umat
2008-01-23
Beberapa waktu lalu telah diberlakukan UU tentang kerukunan umat beragama. Semangatnya adalah membatasi dan melindungi. Menurut logika UU yang disusun Departemen Agama ini, umat beragama sering konflik dan cek-cok. Bahwa klaim kebenaran terhadap agama adalah akar ketidakrukunan. Maka, dari kenyataan itu, ditariklah kesimpulan, seperti ditulis dalam Naskah Akademik Rancangan Undang-undang tentang Kerukunan Umat Beragama (ditulis oleh tim dari Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Depag yang diketuai H. Ichtijanto SH), bahwa “jika umat beragama tidak mampu mengatur dirinya berarti masih diperlukan institusi non-agama, yaitu negara untuk mengatur umat beragama”. Selengkapnya
Seni, Siasat Perempuan Adat Cigugur
2008-05-23
Apakah berbicara tentang perjuangan bersama melawan diskriminasi hanya monopoli kaum laki-laki? Demikian pertanyaan yang mengemuka dalam forum Pengajian Agama dan Kebudayaan “Islam dan HAM Kultural”, Desantara. Forum yang mengangkat kasus diskriminasi yang dialami komunitas Adat Karuhun Sunda Cigugur memang menampilkan pembicara yang semuanya laki-laki. Meski demikian, ternyata ada sosok perempuan di balik layar yang terlibat bukan hanya dalam men-setting forum tersebut tapi juga aktif membangun siasat-siasat bersama dalam melawan diskriminasi, terutama di lingkungan komunitasnya. Dan itulah yang dilakukan oleh Ibu Emalia Djatikusumah (61 tahun), istri Pangeran Djatiksumah. Selengkapnya
[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19] [20] [21] [22] [23] [24] [25] [26] [27] [28] [29] [30] [31] [32] [33] [34] [35] [36] [37] [38] [39] [40] [41] [42] [43] [44] [45]


