| BOOKS 2009-11-11 Kiai, Musik dan Kitab Kuning
Buy | Read Review |
| BOOKS 2009-11-11 Kamp Pengasingan Moncongloe Dengan memilih kehidupan komunitas Tahanan Politik (TAPOL) PKI di daerah pengasingan mereka di Moncongloe, Sulawesi Selatan, buku ini berhasil menyingkap bagaimana proses pelabelan Order Baru terhadap mereka yang dianggap PKI, bagaimana kehidupan mereka di Penjara, kontrol dari agen-agen negara di sana, lalu berpindah ke Kamp Pengasingan di Moncongloe, suatu Kamp Pengasingan yang dikontrol oleh Militer. Price : Rp. 49.500Buy | Read Review |
| BOOKS 2009-11-11 In The Shadow of Change; Bercermin dalam Bayangan, Citra Perempuan dalam Sastra Indonesia In the Shadow of Change adalah sebuah studi terhadap karya sastra yang diproduksi dan dikonsumsi di Indonesia. In the Shadow of Change merupakan satu tonggak penting dalam penulisan sejarah kesusastraan Indonesia. Melalui buku ini Tineke menyampaikan hasil penelitiannya selama 5 tahun, 1984 sampai 1989, sebuah pembacaan kembali terhadap 25 novel dan tiga cerita panjang dalam kurun waktu 5 dekade (1937 sampai 1986) dengan kacamata perempuan. Tineke Hellwig mengambil teori sastra feminis, yang berakar pada perubahan sosial di Barat dan berkembang di dunia akademis Barat untuk melakukan suatu pembacaan kritis terhadap karya-karya sastra Indonesia. Kritik sastra feminis meneliti bagaimana suatu teks merepresentasikan perempuan; bagaimana teks mendefinisikan feminitas dan maskulinitas; serta bagaimana teks menegaskan, mempertanyakan, atau mengkritik ideologi gender. Interpretasi feminis merupakan bagian dari perjuangan melawan ideologi patriarkhal yang dominan. Price : Rp. 40.000Buy | Read Review |
| BOOKS 2009-11-11 Radikalisasi Pemuda, PRD Melawan Tirani PRD! Siapa publik Indonesia yang tak mengenal nama ini? Merekalah kaum muda yang namanya identik dengan segala bentuk radikalisme. Melawan Rezim Soeharto dengan seluruh aparatusnya; tentara, polisi, intel, jaksa, hakim, sipir penjara, bahkan juga preman. Nyaris tak mengenal kosa kata takut, dengan lantang mereka teriakkan segala bentuk kebiadaban, ketidakadilan dan kebohongan. Mereka gerakkan massa buruh dan kaum miskin kota untuk turun ke jalan. Nama mereka dicatat oleh Rezim sebagai ‘dalang’ di balik tragedi berdarah 27 Juli di kantor DPP PDI. Siapakah sebenarnya kaum muda ‘pembengal’ itu? Price : Rp. 38.700Buy | Read Review |
| BOOKS 2009-11-11 Plesetan Lokalitas, Politik Pribumisasi Islam Masih ingatkah Anda dengan istilah “pribumisasi Islam” yang pada tahun 1980-an dinubuatkan oleh GusDur--panggilan akrab Abdurahman Wahid? Barang kali memori otak kita masih segar untuk mengingat betapa wacana yang digulirkan Sang mantan presiden kabinet gotong royong itu menghentak kesadaran keberagamaan umat Islam ketika itu. Reaksi pro dan kontra pun tak dapat dielakan. Makhluk yang bernama “pribumisasi” ini menawarkan cara baca baru bagi kehidupan beragama. Ia mengoyak dan kelaziman konstruk beragama yang -- dianggap--otentik oleh para “pencari dan penganut Islam murni”. mainstream Buku “Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam” tampaknya ingin meramaikan kembali isu tesebut. Buku ini mengambil “ilham” dari kegiatan diskusi serial bertema besar “Pribumisasi Islam” yang digelar Desantara – sebuah institusi kebudayaan yang rajin mengamalkan “ajaran” Cultural Studies – sebanyak empat kali putaran selama tahun 2002. Price : Rp. 25.000Buy | Read Review |
| BOOKS 2009-11-11 Jihad Melawan Islam Ekstrem Al-Ashmawy menghadirkan pemaknaan lain tentang Islam, yaitu humanistis. Menurutnya Tuhan bukanlah sosok penghukum dan pendendam; gagasan Tuhan yang pendendam tidak seiring dengan perkembangan zaman, lebih-lebih pada zaman yang disesaki keberagaman. NIlai-nilai yang dikedepankan Islam tidak hanya untuk Islam saja, meainkan untuk semua. Pandangan-pandangan humasnistis seperti inilah yang akan ditemui di dalam buku ini Price : Rp. 32.000Buy | Read Review |
| BOOKS 2009-11-10 Kerudung Santet Gandung Sebuah novel dengan judul Kerudung Santet Gandrung ini, berisi suatu kisah tentang penari Gandrung yang bernama Merlin, memainkan siasatnya untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan sosialnya. Walaupun pada awalnya, dia sangat dianggap negatif; karena Gandrung bagi masyarakat sana –waktu itu, masih dianggap melenceng dari jalur-jalur keagamaan; mengumbar nafsu, membuka aurat, malahan –bagi mereka, kadang menggunakan pelet untuk memikat penontonnya yang kebanyakan laki-laki. Price : Rp. 25.000Buy | Read Review |
| BOOKS 2009-09-08 Perempuan Multikultural Ada pernyataan menarik yang diajukan Melani Budianta saat menulis makalah tentang perempuan subaltern. Siapakah perempuan subaltern? Price : Rp. 56.000Buy | Read Review |
