Mendorong Masyarakat Pegunungan Kendeng Utara Melek Finansial

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Tuesday, November 12, 2019

Mendorong Masyarakat Pegunungan Kendeng Utara Melek Finansial


KOMPAS.com - Seiring dengan bergulirnya program inklusi finansial oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berbagai pelatihan pun digelar dengan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya dilaksanakan pada kegiatan pengenalan pengelolaan keuangan di kelompok perempuan di wilayah Pegunungan Kendeng Utara, Kabupaten Pati Jawa Tengah, yakni Komunitas Simbar Wareh. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Desantara Foundation dengan dukungan salah satu bank swasta nasional.

Pada tingkat komunitas, kelompok ini telah cukup mampu mengatasi persoalan pengelolaan keuangan. Namun, pada tingkat keluarga ternyata masih banyak anggota kelompok yang belum paham mengenai bagaimana cara mengelola keuangan keluarga agar lebih sehat. Masalah-masalah yang dihadapi komunitas tersebut mulai terjawab ketika mereka dikenalkan dengan materi pengelolaan keuangan keluarga. Selain mengetahui dasar-dasar pembukuan keuangan, peserta juga diajak untuk melakukan simulasi penghitungan keuangan keluarga agar mendapatkan rasio pemasukan dan pengeluaran yang menguntungkan. Dalam kegiatan tersebut, juga dikenalkan mengenai bank dan fungsinya. Termasuk, dikenalkan tata cara membuka rekening bank dan persyaratan mengajukan pinjaman. 

Pegiat Komunitas Simbar Wareh yang juga Direktur Eksekutif Desantara Foundation, M. Sobirin kepada Kompas.com mengaku pendidikan keuangan seperti ini sangat diperlukan untuk membangun basis ekonomi yang lebih kuat bagi komunitas petani. Menurut dia, program inklusi finansial ini sangat penting agar kemandirian finansial bukan hanya menjadi domain kelompok-kelompok ekonomi mapan perkotaan, tetapi juga bisa difahami oleh mereka yang berada dalam kelompok-kelompok ekonomi lemah di perdesaan. Selama ini, lembaga keuangan informal di perdesaan (rentenir) menjadi sumber utama permodalan petani di perdesaan, meskipun pemberi pinjaman itu tidak memberikan kesempatan bernegosiasi bagi petani yang sedang membutuhkan akses permodalan. Akhirnya, posisi tawar petani menjadi rendah dan menerima apapun yang dipersyaratkan rentenir. Hal ini terjadi karena, banyak petani yang tidak paham bagaimana harus berhubungan dengan perbankan. “Untuk itu, OJK perlu juga menekankan pentingnya literasi perbankan bagi komunitas-komunitas yang rentan dengan praktek jasa keuangan yang tidak aman,” harapnya. Read more https://sains.kompas.com/read/2014/10/19/020700826/Mendorong.Masyarakat.Pegunungan.Kendeng.Utara.Melek.Finansial

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage